Selasa, 09 Desember 2008

CinTa MasA ReMaja

assalaamu’alaikum wr. wb.

Salah satu sasaran bidik mutakhir dari sinetron masa kini adalah remaja. Kalau dulu yang namanya sinetron itu identik dengan ibu-ibu atau bahkan pembantu rumah tangga, maka sekarang remaja usia ABG pun mereka jadikan ‘mangsa’. Kini menjamur sinetron yang latar belakangnya adalah kisah percintaan sepasang manusia yang usianya masih remaja ; masih SMA, bahkan ada juga yang SMP.

Bukan sinetron saja. Masalah percintaan kaum remaja memang tidak ada habis-habisnya dieksploitasi oleh para raksasa industri. Valentine dijadikan ajang untuk menjual habis barang dagangan, dengan sasaran utamanya adalah kaum remaja. Siapa korban terbanyak dari Britney Spears? Tidak lain dan tidak bukan adalah kaum remaja. Siapa yang merasakan dampak besar akibat merebaknya pornografi? Ternyata kaum remaja juga. Jadi dengan mudah kita dapat menyimpulkan bahwa menjadi remaja di jaman sekarang ini memang runyamnya minta ampun!
Masalahnya (menurut saya) hanya satu : kaum remaja seringkali tidak punya pegangan. Di satu sisi ia baru saja beranjak dari usia kanak-kanak, di mana pada masa-masa itu ia hanya menggunakan satu logika, yaitu meniru. Di sisi lain, ia juga baru mulai menjajaki kehidupan orang dewasa yang penuh dengan pilihan dan terbukanya akses-akses yang sebelumnya tidak bisa dibuka. Repotnya lagi, pada usia ini pulalah muncul keinginan untuk memberontak, baik pada orang tua, guru, atau tatanan nilai-nilai adat dan agama. Kecuali aturan Allah SWT, segalanya memang boleh dikritisi. Namun apakah semua harus dilawan? Inilah salah satu godaan terbesar yang dialami oleh setiap manusia ketika menginjak masa usia remaja.

Akhirnya, alih-alih melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya sendiri, kaum remaja justru seringkali mencederai kepentingannya sendiri. Karena kesal pada orang tua yang selalu menyuruh belajar (misalnya dengan memberi target rangking, menyuruh anak belajar di bimbel plus belajar privat di rumah), maka ia ‘membalasnya’ di sekolah, misalnya dengan bolos, dan berbagai kenakalan lainnya. Sebenarnya sedikit sekali remaja yang benar-benar nakal. Sebagian besar hanya marah, dan kebingungan bagaimana harus menyalurkan amarahnya.
Dengan prinsip ‘tampil beda’, akhirnya kaum remaja justru ‘tampil seragam’. Waktu saya kelas 2-3 SMP dahulu, siswi sekolah sedang gandrung sepatu ‘Doc Mart’. Sekarang, rata-rata kaus kakinya tinggi seperti pemain sepak bola, dan panjang baju seragamnya pas sampai di pinggang.
Dulu sekali, orang-orang beramai-ramai mengkeritingkan rambutnya. Sekarang, yang ikal pun ingin rambut lurus. Kalau dulu kekekaran tubuh dan ke-macho-an pribadi adalah kebanggaan para siswa, sekarang mereka malah tampil sekurus mungkin, dengan gaya rambut yang aneh meniru-niru Good Charlotte dan band punk semacamnya. Mereka memang mengaku ingin tampil beda, tapi di mata orang lain, mereka justru tak berkarakter sama sekali. Inilah ‘sisa-sisa’ logika meniru yang masih mereka pakai dari masa kanak-kanak.Pada usia ini pula manusia cenderung melakukan hal-hal yang akan disesalinya kemudian.
Masalahnya, mereka tidak melakukannya dengan niat yang tepat. Berbuat salah itu biasa bagi siapa pun, namun ada kalanya seorang remaja melakukan sesuatu yang salah menurut akalnya, namun ia tidak memiliki kemampuan untuk menolaknya. Kadang mereka melakukannya untuk mencari perhatian, kadang hanya demi pembalasan, meskipun nyaris selalu salah sasaran.
Pada prinsipnya kaum remaja seringkali merasa kesepian. Mereka merasa orang tuanya tidak memahami keadaan dirinya (dan kalau mau jujur, orang tua memang seringkali lupa dengan kondisi jiwa kaum remaja), apalagi gurunya. Maka mereka pun berpaling pada teman-teman sebayanya dan orang-orang yang mereka idolakan. Jika teman-temannya merokok, maka mereka pun tergoda untuk merokok. Jika artis Hollywood pujaan hatinya menjunjung tinggi seks bebas, maka perzinaan pun tidak tabu lagi di matanya. Adalah sebuah ironi yang tak terperi ketika saya menyadari bahwa kaum remaja selalu ingin dimengerti, namun mereka sendiri seringkali tidak mengerti dirinya sendiri. Mereka mencari-cari identitas dirinya ‘keluar’, padahal mereka seharusnya duduk dan mencarinya ‘di dalam’. Mereka melihat-lihat identitas orang lain dan mencoba menerapkannya pada diri sendiri dengan logika trial and error yang sangat menyedihkan. Padahal sunnatullaah berlaku sampai kapan pun : manusia tidak menghormati seorang copycat ! Anda bisa dengan mudah tampil keren, tapi terhormat itu urusan lain lagi.

Kembali pada masalah cinta, khususnya cinta remaja.
Kaum remaja seringkali tidak menyadari keadaan dirinya sendiri yang masih sangat labil dan amat dipengaruhi oleh ego pribadi. Kondisi yang demikian ini adalah kondisi yang paling tidak ideal untuk berkecimpung dalam masalah percintaan. Itulah sebabnya, meskipun sinetron-sinetron menggambarkan sebaliknya, namun drama percintaan yang dialami oleh kaum remaja lebih sering kandas di tengah jalan daripada berlanjut menuju akhir yang baik.
Jika bicara masalah cinta, yang seringkali muncul dalam perbincangan adalah ucapan-ucapan seperti :
“Kamu kok nggak ngertiin aku...”
“Aku ingin...”
“....pasangan yang bisa membahagiakan aku.”


Kata-kata yang saya tebalkan dapat dengan mudah menunjukkan adanya campur tangan ego dalam kadar yang cukup tinggi. Sekali lagi, ini adalah racun dalam urusan cinta-cintaan. Sayangnya, banyak yang tidak menyadari.
Bagi seorang Muslim, hidup bukan untuk diri sendiri. Jangan bicara kasih sayang kalau masih memikirkan diri sendiri, dan jangan ngomong cinta kalau tidak mau mendahulukan pasangan. Dengan demikian, kalau memang mau bicara cinta, maka seorang remaja harus rela terlebih dahulu untuk melepaskan logika kanak-kanaknya dan melangkah lebih jauh dengan logika orang dewasa. Dan untuk menjadi dewasa, tentu saja, butuh waktu.

Hargailah waktu.

wassalaamu’alaikum wr. wb.

Ini Dia, Pasangan Yang Tidak Melakukan Ciuman


Biasanya gaya pacaran anak muda zaman sekarang tak lepas dengan yang namanya ciuman. Sekedar cipika cipiki (cium pipi kanan/kiri – red).

Tapi pasangan kekasih asal Chicago, Melody Laluz (28) dan Claudaniel Fabien (30) tidak membiasakan hal itu. Mereka benar-benar menjaga hubungan pacarannya dengan sehat.

"Mereka berdua berjanji tidak akan melakukan ciuman sampai resmi menjadi pasangan suami istri. Mereka memenuhi janji itu, sampai hari pernikahan itu tiba beberapa waktu lalu."

Di altar pernikahan, untuk pertama kalinya mereka melakukan ciuman. Bukan lagi sebagai pasangan kekasih, melainkan sepasang suami istri. Menurut pasangan ini, mereka menganut paham ini untuk memberikan pelajaran dan contoh pada pasangan remaja lain yang masih sekolah. Pemahamannya adalah masa remaja bisa dirasakan setelah pernikahan.

KaCang & CiuMan Bisa Bawa KeMaTiaN


Sekitar 11 juta warga Amerika mengalami alergi makanan, dan sekitar 150 sampai 200 orang meninggal setiap tahunnya karena makanan. Di Amerika sendiri sekitar 30 ribu lebih pasien alergi makanan harus dibawa ke UGD (Unit Gawat Darurat) gara-gara alergi makanan yang mereka konsumsi.
Alergi kacang adalah alergi makanan yang paling dramatis dan mematikan, terutama banyak dijumpai pada usia balita.
Sebuah contoh mengenaskan terjadi tahun lalu, saat seorang gadis meninggal usai mencium kekasihnya, yang baru saja makan kacang. Diperkirakan ciuman tersebut mengandung kacang dan berakibat pada kematian gadis malang tersebut, namun pihak wilayah Quebec memastikan kematian si gadis karena sebab lain, bukan karena kacang.
Dalam studi tersebut, para peneliti menganalisa seberapa banyak kacang penyebab alergi yang masih menempel di ludah sebelum dan sesudah menggosok gigi.
Sepuluh orang diminta makan dua sendok selai kacang dalam sebuah sepotong sandwich. Lantas ludah mereka dikumpulkan dan diteliti setelah dan sesudah membersihkan gigi.
Satu jam setelah makan kacang tadi, alergen di tingkat enam atau tujuh tak bisa dideteksi. Namun alergen masih tetap tertinggal di ludah sesaat setelah makan, bahkan juga setelah membersihkan mulut.
Dalam penelitian ini para ahli mengatakan cobalah menahan diri selama beberapa jam untuk mencium seseorang. Peringatan ini terutama ditujukan pada para remaja yang memiliki resiko tinggi mengalami kematian yang kerap terjadi pada keadaan sosial yang berbeda.
Para peneliti meminta 174 partisipan pada kisaran usia 13 sampai 21 tahun untuk mengisi quisioner. Tiga perempat dari responden menderita alergi kacang, 82 persen menderita anaphylaxis (reaksi alergi parah yang kerap menimbulkan kematian), dan sekitar 52% hanya mengalami reaksi tersebut sebanyak tiga kali atau lebih dalam hidup mereka.
"Para remaja cenderung memiliki resiko paling tinggi pada jenis makanan anaphylaxis, karena itu kita ingin mengetahui penyebab utamanya, apakah karena mereka tak tahu menderita gangguan tersebut atau sengaja melupakannya," ujar pemimpin riset Dr. Scott Sicherer dari Mount Sinai School of Medicine, New York City.
Dari hasil riset, sekitar 74 persen responden selalu membawa epinephrine, pengobatan standar untuk mengatasi reaksi alergi. Namun prosentase tersebut tak cenderung berubah sejalan dengan aktivitas yang mereka lakukan, dimana sekitar 94 persen membawa epinephrine saat bepergian dan 43 persen membawanya saaat berolahraga.
"Remaja yang suka mengambil resiko cenderung kurang perhatian pada gangguan alergi yang mereka idap. Dalam hal ini perbedaan tingkat emosi masih mengambil peranan utama," ujar Sicherer.
"Sementara remaja yang suka mengenakan baju ketat cenderung tak suka membawa epinephrine, bahkan banyak dari mereka tak sadar bahwa beraktivitas dalam air juga memungkinkan terjangkitnya rekasi alergi," tambah Sicherer.
Sementara sekitar 60 persen mengatakan pada temannya bahwa mereka alergi kacang, dan 68 persen lebih yakin memberitahu teman mereka tentang gangguan alergi membuat mereka lebih bisa berhati-hati. Meskipun banyak dari mereka yang cenderung malas menerapkan pada diri mereka sendiri tentang reaksi energi tersebut.
Gangguan alergi juga dianggap sepele pada orang dewasa, meskipun ada beberapa dari mereka yang menjalani pengobatan alergi dengan alat epinephrine auto injectors (EAIs), namun setelahya mereka cenderung malas untuk melakukan cek secara berkala. Bahkan banyak dari mereka yang belum bisa mengoperasikan alat tersebut.
Penelitian ini sampai pada kesimpulan bahwa mengkonsumsi kacang selama masa hamil memungkinkan si anak sensitif terhadap makanan tersebut. Namun tak ada indikasi bahwa ibu yang mengkonsumsi kacang saat hamil atau menyusui menaikkan perkembangan resiko alergi pada bayi mereka.

luphmwah


Hmm, Ciuman (lip to lip) dlm pacaran, YA ato TIDAK?? Jawaban ku, terserah kedua nya… Namun, jika dilihat dr segi kesehatan, terlalu Naif rasanya jika seseorang memaparkan pengaruh buruk dr ciuman sebegitu parahnya..hahahaha…
Bau mulut??maybe.. TBC: positif, Hepatitis: positif, Penyakit kelamin?????Not Really… HIV??Not Really..
Di mulut kita emg ada berjuta-juta bakteri… Tp untuk bakteri yg menyebabkan penyakit kelamin mgkn tidak ada! bakteri penyebab kencing nanah TIDAK ada akan pernah hidup di mulut kita..
Untuk bakteri2 penyebab penyakit pernafasan, sprti TBC memang positif… Hepatitis jg positif bisa menular…. Namun, perlu diperhatikan berapa persen penularan nya??? berapa persen chance org dgn penyakit tersebut mencium kita??hahaha:P dan seberapa sering intensitas kita berciuman?:P
Untuk HIV, kemungkinan itu ada, namun sangat kecil… butuh 1 liter air liur beserta virus nya untuk bisa menularkan virus itu, yg mana sangat tidak lazim ketika org berciuman mengeluarkan air liur 1 liter…:P
Dan artikel nya agak bias… Ciuman tidak termasuk dalam kategori hubungan seksual…
Dan mgkn perlu lbh di bahas lg, agar artikel nya lbh kuat mensupport untuk tidak berciuman saat pcran, adalah… Mengapa berciuman dikategorikan haram???????? Saya tau atas dr agama, adat istiadat dsb itu, namun MENGAPA????? Apa karena ada nafsu di dalam nya??? Kadang kita bernafsu jg untuk makan makanan favorite kita, apa itu jg haram???
Dan, jika ciuman saat pacaran itu bukan budaya timur, so WHAT??? Mengapa kita hrs terkotak2 oleh budaya yg berkembang oleh karena org laen yg berbuat… Tidak ada lah budaya barat atau timur.. asal maksud dan keinginan nya itu tulus, murni, dan sebagai ungkapan rasa kasih sayang, why not??? Apakah org barat setiap kali berciuman mreka nafsu??? coba ditnykan…hehehe…
Anyway… sorry if my comment sounds rude, i have no intention.. just to make ur blog alive….! and good to have sumting to think about..

pAcaRan sEhat biaR aMan


Remaja mengalami perubahan fisik dan psikis pada masa-masa yang dilaluinya, dimana remaja ingin mencoba karena terdorong rasa ingin tahu mereka yang tinggi, celakanya remaja ketika ingin mencoba hal baru tanpa dibekali suatu informasi yang oke, atau mereka hanya mengerti setengah-setengah mereka akan terjebak oleh apa yang mereka putuskan sendiri. Dimana pada saat ini remaja belum bisa mengambil keputusan, karena semua keputusan yang mereka ambil merupakan cerminan pencarian identitas diri mereka, yang masih mengagungkan egoisme remaja, merasa diri yang paling benar, dan beranggapan yang lain salah, sehingga hanya satu dua remaja saja yang mau menjalankan masukan dari orangtua.


Remaja memiliki banyak waktu senggang diantara jam kuliah atau pulang sekolah ataupun antara kuliah, remaja belum memiliki orietasi materi karena kehidupannya masih serba ditanggung oleh orangtunaya, jadi tidak ada hal penting yang terlalu membebani pikiran remaja, sehingga disinilah mulai muncul masa pacaran yang didalamnya terkait perilaku seks untuk mengisi waktu senggang mereka, dan tidak menutup kemungkinan untuk melakukan perilaku seks yang tidak sehat, tantangan bagi kita disini bagaimana perilaku seks yang aman buat remaja.


Perilaku seksual adalah perilaku yang muncul oleh karena dorongan seksual. Perilaku seksual bermacam-macam mulai dari bergandengan tangan, pelukan, kissing necking, petting, licking dan sampai berhubungan seksual. Dan perilaku seksual bisa diibaratkan seperti bola salju yang sekali dilepaskan dari atas bukit akan semakin membesar terus dan susah untuk dihentikan. Begitulah fenomena yang terjadi pada remaja saat ini, pacaran dimulai dengan perilaku seksual yang sederhana seperti pegangan tangan sampai pada yang kompleks seperti ML kebanyakan tidak disadari mereka. Ibarat ketika perilaku pegangan tangan sudah tidak bias mentoleransi gaya pacaran mereka, mereka akan berlanjut ke perilaku ciuman dan tidak mustahil mereka baru menyadari jika mereka sudah ML. Tidak jarang kasus HIV/AIDS terjadi pada remaja oleh karena perilaku seksual yang bebas. Ironis memang apa yang terjadi pada remaja kini, mereka tidak sadar apa yang mereka lakukan dan resikonya kelak. Padahal pacaran adalah suatu proses pengenalan karakter yang berbeda-beda, dan hanya saja proses pendekatan untuk pengenalan karakter ini mereka rasa harus melalui tahapan perilaku seks yang tidak aman yang bagi mereka ini berarti rasa saling percaya. Perlu diingat remaja belum siap untuk membangun rumah tangga dan belum siap untuk menerima kehamilan.


Sebelum terjadi gumpalan bola salju yang semakin besar, remaja harus menyadari dulu fenomena ini dan memiliki gaya pacaran yang sehat seperti pacaran pas foto dapat dipertimbangkan, karena disini remaja dianjurkan untuk menstop perilaku seksual sampai pada daerah badan sebatas pas foto dan menyadari pula konsekuensinya jika lebih dari itu, pacaran sekali lagi adalah pengenalan karakter yang pasti akan selalu terjadi fenomena putus pacar, dan pacaran tidak selalu berakhir pada pernikahan, oke kalau pacar kita yang benar-benar akan menikahi kita, jika tidak?. Cinta monyet, cinta yang hanya sesaat, jangan percaya rayuan gombal. Pacaran sehat dijamin merupakan jurus ampuh untuk menandingi perilaku seks bebas remaja dan sekaligus mencegah timbulnya infeksi baru virus HIV/AIDS yang ditularkan lewat hubungan seks, remaja sangat beresiko dan sangat potensial untuk mencegahnya. Sudah siap belum mengamalkan gaya pacaran sehat?

Sabtu, 22 November 2008

T_T

aku iNgin kacie cayang ayah en ibu...?
akankah aku mendapatkan.Na?
dmn?

Jumat, 21 November 2008

Berciuman Dapat Sebabkan Kissing Disease


Kissing disease terkadang disebut juga sebagai penyakit mononucleosis, yang disebabkan oleh virus Cytomegalo. Virus Cytomegalo diketahui sekerabat dengan virus Herpes yang bersifat laten dalam tubuh manusia. Virus tersebut biasanya terdapat di kelenjar air liur, air seni, lendir leher rahim, sperma, air susu ibu, dan darah. Penularan virus itu selain lewat berciuman, dapat pula melalui transplantasi organ, donor darah,?persalinan, dan juga oral seks.? Gejala kissing disease sebenarnya sama seperti?serangan flu biasa, yaitu berupa demam, radang tenggorokan, badan letih dan pegal. Infeksi tersebut biasanya ringan, bahkan kebanyakan orang tidak tahu kalau dirinya mengidap virus itu.?Namun, pada penyakit kissing disease, hati dan limpa umumnya akan membengkak dan serangan flu tersebut berlangsung lebih lama, sampai sekitar?dua minggu. Apakah serangan virus kissing disease pada?orang dewasa dapat menyebabkan kematian? Pada umumnya, serangan virus itu?tidak mematikan.?Namun, belakangan ini dicemaskan kalau virus tersebut beredar di dalam darah, maka dapat berpotensi menimbulkan kerusakan pada pembuluh darah koroner. Perlu diketahui, bahwa?kehadiran?kuman dan virus tertentu dapat mendorong terjadinya penyakit jantung koroner dan munculnya penyakit keletihan yang menahun (chronic fatigue syndrome). Selain menimpa orang dewasa, infeksi virus Cytomegalo juga dapat menyerang anak yang masih ada di dalam kandungan. Jika ibu hamil mengidap virus itu, diduga anak yang dikandungnya dapat mengalami kerusakan otak dan akan lahir cacat. Oleh sebab itu, setiap ibu hamil dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan darah TORCH (kependekan dari 4 jenis penyakit yaitu Toxoplasma, Rubella atau campak, Cytomegalo virus itu sendiri, dan Herpes). Keempat penyakit tersebut?memang seringkali menyerang ibu yang sedang hamil. Jika hasil pemeriksaan TORCH adalah positif, ibu hamil sebaiknya harus disembuhkan dulu dari penyakit tersebut karena?nantinya dapat mengganggu anak yang akan dikandungnya. Setelah si ibu sembuh dari penyakitnya, maka si ibu dapat hamil dengan aman. Jika tidak, maka akan memungkinkan terjadinya keguguran, anak mati dalam kandungan, atau anak lahir cacat. Anak dalam kandungan yang ibunya mengidap penyakit-penyakit tersebut, terancam dapat mengalami kelainan jantung, tuli, ukuran kepala yang sangat besar (hydrocephalus), dan bentuk?cacat lahir lainnya.